Minggu, 06 November 2011

Tugas Ekonomi



1.      Sebutkan 5 jenis barang yang diekspor Indonesia ke Jepang dan sebutkan pula 5 jenis barang yang diimpor Indonesia dari Jepang !
jawab  :
1.      Barang Ekspor Indonesia ke Jepang :
®    Hasil lautan seperti rumput laut dan ikan tuna
®    Bahan mentah hasil tambang (Migas)
®    Hasil kerajinan/kesenian
®    Tanaman pangan/hasil pangan
®    Hasil produk peternakan
2.      Barang Import Indonesia dari Jepang
®    Produk-produk Elektronik seperti televisi, radio, computer, telepon dll
®    Macam-macam alat transportasi seperti motor, mobil, dan kereta api
®    Barang-barang peralatan rumah tangga dan berbagai mainan anak-anak
®    Hasil kesenian seperti macam-macam bentuk porselin (keramik, Gucci, piring hias, dsb)
®    Macam-macam produk sandang seperti pakaian, sepatu, tas, ikat pinggang dll

2.      Bagaimana penerapan kebijakan perdagangan internasional di Indonesia? Apa pengaruhnya terhadap kegiatan ekspor dan impor?
jawab    :  
penerapan kebijakan perdagangan internasional oleh pemerintah Indonesia
pemerintah Indonesia, menerapkan kebijakan perdagangan bebas Kebijakan perdagangan bebas. Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tariff maupun hambatan kuota. Contohnya  perdagangan bebas antara Indonesia dengan China. Dalam hal ini Indonesia membebaskan pajak/bea cukai produk impor dari China. Hal ini menyebabkan produk impor dari Cina dijual dengan harga yang relative murah di Indonesia. Dengan demikian, secara otomatis produk dalam negri mengalami pengurangan daya beli sehingga menyebabkan banyak produsen-produsen dalam negri mengalami kerugian. Selain itu, dengan kebebasan pajak bea impor china yang menyebabkan barang impor cina murah menyababkan kerugian dalam kegiatan ekspor  bahan mentah Indonesia ke china. Hal itu disebabkan karena harga jual barang jadi murah sehingga harga beli bahan mentahpun harus lebih murah. Hal itu menyebabkan kerugian bagi Negara pengekspor bahan mentah seperti Indonesia.

3.      Peraturan pedagangan disetiap Negara berbeda-beda. Bagaimana peraturan perdagangan Indonesia terhadap Malaysia?
jawab    :
Peraturan perdagangan antara Indonesia dan Malaysia (bilateral) lebih rumit dibandingkan peraturan perdagangan dalam negeri. Peraturan antara dua Negara itu harus ditaati oleh pedagang internasional sekurang-kurangnya berlaku pada 2 negara tersebut.  Indonesia dan Malaysia melakukan perdagangan produk migas(seperti batu bara kokas dan briket) dan non migas(seperti minyak dan lemak nabati, kopi, teh, dan rempah-rempah, alat telekomunikasi, benang, alat tekstil, mesin kantor dan pengolah data, ikan , kerang, dan olahannya)


4.      Mengapa diversifikasi produk ekspor dapat meningkatkan volume ekspor?
jawab    :  
diversifikasi produk ekspor mempunyai arti penganekaragaman produk ekspor yaitu suatu kegiatan menambah banyak macam atau jenis barang-barang yang diekspor.
Diversifikasi produk ekspor bertujuan untuk menambah keanekaragaman/ jenis-jenis produk yang dapat dijual dalam perdagangan internasional. Dengan demikian, jika terjadi penambahan jenis produk yang akan diekspor, maka secara otomatis  jenis bahan ekspor semakin banyak untuk diperdagangkan sehingga menambah volume ekspor.



5.      Menurut pendapatmu, bagaimana fungsi KADIN bagi peningkatan volume ekspor Indonesia?
jawab    :
KADIN adalah singkatan dari Kamar Dagang dan Industri. KADIN diatur dalam KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1988 TENTANG PERSETUJUAN ATAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI, Undang-undang Nomor 1 Tahun 1987, Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Dalam Kepres no3 tahun 1998, dijelaskan bahwa KADIN (Kamar Dagang dan Industri) adalah wadah bagi pengusaha Indonesia dan bergerak dalam bidang perekonomian. Mempunyai fungsi sbb:
a.     mempersatukan, mengarahkan, dan mengerahkan kemampuan usaha serta kegiatan para anggotanya untuk mencapai tujuan bersama.
b.    memperjuangkan aspirasi dan kepentingan anggota, serta menyebarluaskan informasi kepada anggota.
c.     menyelenggarakan pembinaan, pembimbingan, penelitian dan pengembangan, serta pendidikan dan latihan bagi anggota.
d.    menyelenggarakan komunikasi dan konsultasi antar pengusaha, antara pengusaha dan pemerintah, serta antara pengusaha dan masyarakat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan, perindustrian, dan jasa dalam arti luas yang mencakup seluruh kegiatan ekonomi demi meningkatkan peran angotanya dalam melaksanakan pembangunan nasional.
e.     menyelenggarakan hubungan aktif dengan badan-badan yang melakukan kegiatan ekonomi, baik regional maupun internasional, yang menguntungkan perkembangan perekonomian dan dunia usaha nasional.
Fungsi KADIN bagi peningkatan volume ekspor adalah membentuk lembaga yang menangani promosi dan pusat informasi dagang di luar negeri. Misalnya kantor-kantor pusat promosi dagang Indonesia (ITCP) yang mengusahakan agar produk-produk Indonesia dikenal di luar negeri sehingga dapat mengembangkan volume ekspor Indonesia.

6.      Kebijakan impor beras selalu menjadi polemic antara pemerintah, importer dan petani. Apa yang harus dilakukan pemerintah agar kebijakan itu tidak hanya menguntungkan importer, tetapi menguntungkan juga bagi para petani?
jawab :
®    Membatasi jumlah(kuota) impor produk beras
®    Mengembangkan usaha sector primer/pertanian
®    Mendukung lewat subsidi ekspor
®    Peningkatan efisiensi terhadap sector petanian
®    Intensifikasi pertanian
®    Memberikan premi yaitu bantuan dana bagi produsen yang bergerak di bidang pertanian

7.      Bagaimana ondisi neraca perdagangan Indonesia saat ini? Apakah neraca perdagangan Indonesia termaksud dalam rencana perdagangan surplus, deficit atau berimbang?
Jawab  :
Neraca perdagangan adalah suatu daftar yang memuat transaksi ekspor  dan impor dalam jangka waktu tertentu. Neraca perdagangan biasa disebut juga ekspor netto. Macam-mcam kondisi neraca adalah sbb :
a)     Neraca perdagangan surplus/aktif/positif/favorable, yaitu neraca yang dibuat apabila nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor
b)     Neraca perdagangan Defisit/pasif/negative/unfaroble, yaitu neraca yang dibuat apabila nilai impor lebih besar dari nilai ekspor
c)      Neraca perdaganagn berimbang/balance, yaitu neraca yang dibuat apabila nilai ekspor sama dengan nilai impor.
Kondisi neraca perdagangan sebelum diberlakukannya perdagangan bebas sekitar tahun 2005-2007 mengalami surplus namun sekarang ini, sejak diberlakukannya perdagangan bebas dengan Cina, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit. neraca perdagangan Indonesia-China berada dalam posisi 49,2 miliar dollar AS dan 52 miliar dollar AS. Artinya, barang Indonesia yang diekspor ke China nilainya 49,2 miliar dollar AS, sedangkan barang China yang diekspor ke Indonesia nilainya 52 miliar dollar AS. Neraca perdagangan Indonesia defisit sekitar 2,8 miliar dollar AS menurut catatan China Sedangkan menurut catatan Indonesia, defisit yang dialami Indonesia sebenarnya sekitar 5 miliar-7 miliar dollar AS.



Dear Mr. Blue ..

ini cerpen pertama hasil karyaku .
happy reading guys ..!!

Tetesan-tetesan air tercurah dari langit. Bunyi derainya meramaikan suasana hati ini. Kesejukkannya terasa memanjakan jiwa yang hampa. Hujan. Yah, itulah yang kurasakan setiap kali hujan turun. Langit boleh mendung karenanya, namun tidak bagi hatiku. Saat hujan turun, berbagai kaset memori kembali diputar dalam otakku. Kisah tentangnya sewaktu hujan. Dia yang selalu mengisi memori-memori di otakku. Namun dirinya juga yang membuatku ingin sekali menghapuskan segala memori tentangnya . “akh, aku tak ingin merusak hari yang indah ni dengan segala hal pedih tentangnya” ujarku dalam hati.

Pagi ini hujan mengguyuri kotaku, hujan di pertengahan bulan maret. Pagi ini melangkah dengan jantung yang berdegup kencang. Bagaimana tidak, hari ini hari pertama aku mengikuti ujian akhir sekolah tingkat SMA/MA. Aku telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghadapi hari yang berat ini. Itu karena aku harus memperoleh nilai Ujian yang memuaskan untuk menunjang pendidikanku di tingkat perguruan tinggi. Dengan bemodalkan sebuah payung besar, aku pergi ke sekolah.

Aku tiba di sekolah terlambat sekitar 10 menit. Namun sepertinya pelaksanaan ujian ditunda beberapa menit. Hal itu terjadi mungkin karena hujan pagi ini. Hujan sudah mulai mereda. Aku melangkah ke ruang ujianku yang terletak di lantai 2 sekolahku. Karena masih ada waktu, aku sempatkan untuk membaca materi ujian hari ini di balkon kelas. Ketika menoleh ke lantai bawah, aku melihat sahabatku, Chaca berlari-lari kecil menuju ke ruangannya. Aku melambaikan tanganku, berniat untuk menyapa Chaca. Namun kedatangngan cowok itu membuyarkan rencanaku untuk menyapa Chaca. Rizal . Dia berlari di belakang Chaca sambil membawa payung. Dan mereka berjalan dibawah sebuah payung beratap bening sambil bercakap-cakap. Entah apa yang mereka perbincangkan. Aku tidak tahu. Namun yang ku tahu, perasaan itu datang lagi. Entah apa namanya, namun kata orang inilah yang dinamakan cemburu. Aku merasakan perasaan yang begitu menyiksa ini untuk yang ke sekian kalinya. aku sudah sering merasakannya, namun bukan berarti hatiku ini sudah kebal terhadap rasa ini. Aku beranjak masuk ke kelasku. Hujan hari ini terasa berbeda. Mendungnya langit pagi ini seperti memendungkan kekosongan jiwa ini.

:) :) :)

Ujian hari ini berjalan dengan baik. Walaupun jiwa ini tidak dalam keadaan yang baik. Sialnya, payungku hilang di depan kelas. Entah siapa yang mengambil. Dengan terpaksa, aku pulang tanpa membawa payungku. Sehabis mengikuti ujian hari ini, aku dan chacha berjalan bersama ke tempat menunggu angkutan umum.
Ketika ditengah perjalanan hujan kembali mengguyur. Dengan berlari kecil, aku dan chaca berusaha mencari tempat untuk berteduh. Namun, tiba-tiba Rizal datang dengan payung beningnya. “haii..bareng yuk” sapanya. Akhirnya, kami berjalan bertiga sepayung. Rizal dan Chaca larut dalam pembicaraan. Aku kemudian berjalan perlahan dan memutuskan untuk membiarkan mereka berdua sepayung dan biar aku yang kehujanan. “Bella, ayo sepayung. Nanti kamu kehujanan” kata Chaca. “nggak, biar kalian aja deh, aku suka main hujan”kataku berbohong. “baiklah..” kata Chaca. Mereka kembali berjalan. Rasa pedih kembali bersarang di hati ini. Betapa tidak, sahabatku yang telah kukenal sejak masuk SMA dulu, kini sedang berjalan sepayung sambil bercakap-cakap dengan orang yang telah membuatku merasakan perasaan yang aneh. Perasaan yang juga tidak kumengerti. Perasaan yang membuatku merasakan rasa bahagia, perasaan berdebar-debar, perasaan yang membuatku tak berani menatap matanya. Namun rasa itu juga yang membuatku merasakan kepedihan, merasakan kehampaan dan keterpurukan. Mungkin rasa itulah yang dinamakan cinta. Perasaan yang telah tertanam dalam hati ini selama 7 tahun. Perasaan yang kurasakan saat pertama kali melihatnya sewaktu kelas 6 SD dulu. Sewaktu dia menjadi siswa baru di kelas kami. Rasa itu tak pernah mencoba beranjak dari hatiku saat aku memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan tak pudar hingga kini. Namun dia tak pernah mencoba untuk melihatku.

:) :) :)

Hari kedua, ujian bejalan dengan baik walaupun ada sedikit gangguan akibat terserang flu. Menyebalkan.
“hattchiii…”
“Bella, kamu jadi flu sekarang . pasti karena kemarin kamu main hujan “ kata Chaca
“heheheh.. iya” kataku
“kamu sih, udah tau cuaca lagi buruk kayak gini, kamu malah main hujan “ balas Bella
“maklum. Masa kecil kurang bahagia. Hahahaha” balasku kemudian dilanjutkan dengan tawa Chaca

:) :) :)

Hari ini hari ketiga pelaksanaan ujian. Cuaca hari ini tidak seburuk hari-hari yang lalu, namun suhunya menurun drastis. Ujian tetap berjalan dengan baik. Hingga sehabis ujian, suhu masih tetap dingin. Setelah keluar dari ruang ujian, aku beranjak ke ruang ujiannya Chaca. Dari kejauhan, aku melihat chaca sangat kedinginan di depan pintu ruangannya, mungkin karena ia lupa membawa jaket. Tak lama kemudian, Rizal datang dan membuka jaketnya kemudian memakaikannya pada Chaca dan mereka berdua berjalan. Hari ini mereka pulang bareng karena kebetulan Rizal membawa mobil ayahnya. Aku berlari menuju mereka. “CHACA..” teriakku. Langkah mereka terhenti. Aku menghampiri Chaca kemudian melepasken jaket Rizal yang dipakai Chaca dan memberikan Jaketku pada Chaca. “ Cha, ini kamu pakai aja.. kasian kamu kedinginan “ kataku kepada chaca. “dan ini jaket kamu. Pakai aja” kataku pada Rizal tanpa berani menatap matanya. “tapii.. kamu pakai apa?”Tanya chaca kepadaku. “kamu pakai aja. Nggak usah banyak Tanya. Aku pergi dulu yah. Kalian hati-hati di jalan” kataku sambil berlari dalam suhu yang dingin.

:) :) :)

Tanganku masih terasa sulit untuk menggambar bulatan-bulatan kecil di lembar jawaban. Akibat tidak memakai jaket saat pulang kemarin, tubuhku terasa sulit bergerak. Sampainya di rumah, aku langsung tidur berbungkus selimut berlapis-lapis dan meminum segelas coklat panas. Namun tubuh ini masih terasa membeku dan demam terasa menyergap tubuhku. Tapi untunglah aku bisa mengerjakan soal-soal dengan baik. Sehabis ujian, cuaca sudah mulai cerah. Langit bersih dari mendung dan matahari memancarkan senyumannya.

Sore itu, aku pergi ke tempat yang paling kusukai. Tempat yang selalu membuatku merasakan kenyamanan. Sebuah karang besar yang sedikit menjorok ke laut dengan sebuah pohon bakau tertanam kuat diatas karang dan akarnya yang membentuk sebuah tempat duduk yang sangat nyaman. Tempat itu berada tak jauh dari rumahku. Suasana laut yang tenang, birunya lautan berpadu dengan birunya langit yang begitu cerah. Ditambah lagi dengan keindahan sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut semakin menghilangkan kepedihan dan kehampaan dalam hatiku. aku duduk di bangku akar dibawah pohon itu, memasangkan earphone ditelingaku dan menulis sepucuk surat yang berisi :

Dear Mr. Blue .
Aku senang sekali bisa melindungi Rizal. Sewaktu sepayung bertiga, aku rela kehujanan agar Rizal tidak kehujanan. Sewaktu,dia meminjamkan jaketnya pada Chaca, aku rela memberikan Chaca jaketku agar dia tidak kedinginan. Aku telah melindunginya agar tidak kehujanan dan menjaganya agar tidak kedinginan. Aku senang sekali bisa melakukannya, walaupun aku harus terserang Flu dan demam. Tapi tak apalah, karena hanya itu hal terbesar yang dapat aku berikan kepadanya. Oh iya, satu lagi, Rizal dan Chaca semakin dekat saja. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi tolonglah bantu aku agar aku masih mampu berdiri saat mimmpi buruk itu merambat ke dunia nyata
. Love, Putri tanpa nama

Lalu kumasukkan ke dalam sebuah botol air mineral dan kulemparkan ke lautan. Itulah yang sering kulakukan bila aku sedang sedih ataupun sedang senang. Aku memang mempunyai sahabat, namun aku malu mengatakan segala sesuatu tentang perasaanku pada sahabatku. Dan mungkin aku bukan sahabat yang baik bagi sahabatku. Namun itulah diriku, sangat tertutup.

Dengan lantunan musik yang mengalir dari earphoneku aku menulis surat pada pemilik lautan yang telah kujadikan tempat curhatku selama 6 tahun terakhir. Entah berakhir di tangan siapa surat itu. Aku pun tak tahu. Aku tahu itu dapat mengotori pantai disini. Namun hanya dengan begitulah akau bisa merasakan kenyamananan dan kelegaan.

Saat senja lama kelamaan mulai berganti malam, aku beranjak pulang ke rumah dengan hati yang ringan

:) :) :)

Keesokkan harinya, hari ke 4 pelaksanaan ujian. Itu artinya, besok adalah hari terakhir ujian dilaksanakan. Aku sangat semangat menjalani hari ini. Aku yakin hasil ujianku hari ini akan memuaskan. Yah, semoga saja.
Sehabis ujian, seperti biasa aku pergi menjemput Chaca di ruang ujiannya kemudian pulang bersama. Saat sampai ke depan ruangannya, Chaca langsung menarik tanganku masuk ke dalam kelasnya “ayoo bella.. aku pengen kasih tau kamu sesuatu yang pentingggg bangett..cepett” kata chaca sambil menarik tanganku kemudian menyuruhku duduk di salah satu kursi. “ada apa sih Cha?” kataku setelah kami berada di dalam ruang ujian. Tidak ada orang disitu selain kami.
“gini lho bella, aku punya berita bagus buat kamu” kata chaca bersemangat.
“apaan? Ayo cerita” kataku ikut-ikutan semangat
“kamu tahu nggak, kemarin sore Rizal datang kerumahku. “ kata chaca
“hah? Yang benar?” kataku tak percaya. Perasaanku mulai tak enak. Sepertinya mimpi buruk itu akan menjadi nyata sekarang. Bahkan sudah menjadi nyata dan berada tepat dimataku namun aku tidak melihatnya.
“iya beneran. Nagpain sih aku bohongin kamu? Terus Rizal ngajak aku jalan. Jadi kami pergi berdua. Ternyata dia bawa aku ke sebuah pantai yang tak jauh letaknya dari rumahmu. Itu loh pantai yang katamu itu pantai terindah di dunia ini” lanjut Chaca
Aku terkejut. Aku kan juga berada di pantai itu kemarin sore. “lalu apa yang terjadi” tanyaku penasaran
“aku juga nggak pernah nyangka. Tapi di pantai itu, Rizal menyatakan cintanya padaku Terus aku nggak tau bagaimana, tapi kemudian aku menjawab ya. Jadi mulai kemarin kami resmi pacaran” kata Chaca
Aku terkejut untuk yang kedua kalinya. Bahkan di kali kedua ini aku tak dapat berkata apa-apa. Mimpi buruk itu memang telah menjadi nyata. Dan mimpi itu menimpaku dan menghancurkanku. Mimpi itu membuatku tak sanggup berdiri lagi. Membuatku jatuh terpuruk di dasar jurang terdalam. Bahkan untuk bernapasun aku tak mampu. Aku masih diam dalam kehancuran.. Jiwaku bagaikan telah hilang meninggalkan tubuhku.
“bella.. kamu dengar nggak perkataanku” kata Chaca sedikit berteriak membuat jiwaku kembali ke tubuhku. Belum sempat aku menjawab pertanyaan Chaca, Rizal sudah muncul di depan pintu. “bella, aku pergi dulu yah. Rizal udah nunggu aku. Bye” kata Chaca kemudian pergi.
Aku menatap lurus ke depan. Mengiringi langkah demi langkah sepasang kekasih itu. Air mataku ingin merebak seketika. Aku berlari sekencang-kencang mungkin. kemudian aku menumpang sebuah angkot. Tapi, Aku tak langsung pulang hari ini. Aku pergi ke pantai itu. Ke atas karang itu. Aku duduk di atas bangku akar itu kemudian tanpa kusadari air mataku mengalir tanpa henti. Aku menangis. Menangis ditengah kesendirian. Kesakitan, kehancuran, kehampaan memenuhi hatiku. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan lagi. Bahkan untuk menulis surat botolpun aku tak mampu.
Dan sekarang, dia telah menjadi pacar sahabatku. Ini semua salahku. Aku yang tak pernah mencoba mengatakan perasaanku kepadanya bahkan kepada sahabatku. Aku takut jika dia mengetahuinya, dia akan menjauhkan dirinya dariku. Aku takut. Aku malu karena diriku yang tak pantas ini. Lalu dengan susah payah aku menulis:

Dear Mr. Blue
apa yang kutakutkan terjadi. Mimpi itu telah datang menghancurkanku
Love, Putri Tanpa nama

aku kemudian memasukkannya ke dalam botol dan membuangnya ke lautan. Aku kembali menangis. Tanpa ku sadari langit yang sedari tadi cerah kini bergelantungan mendung-mendung tipis dan hujanpun turun membasahi bumi. Saat itu aku baru manyadari bahwa aku tidak sendiri, alampun ikut menangis dan bersedih menemaniku. Setelah hujan sedikit mereda, aku beranjak pulang.

:) :) :)

Malam ini aku sulit tidur. Aku masih memikirkan apa yang terjadi tadi siang. Namun aku merasa sedih tiap kali mengingatnya.” Bantu aku melakukan apa yang terbaik, Tuhan”. Doaku pada Tuhan

:) :) :)

Aku hanya ingin mengatakan sesuatu yang kupikir harus kukatakan kepadamu.
Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk apa yang telah kurasakan
Terima kasih telah membuatku merasakan apa yang disebut cinta
Perasaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya
Rasa senang, rasa deg-degan, rasa rindu, dan rasa yang begitu berbeda
Meskipun dengan demikian aku harus merasakan kesakitan, kehancuran, kehampaan bahkan keterpurukkan.
Aku sangat berterima kasih untuk segala rasa itu.
Kini kau telah memilih pasanganmu
Tolong jagalah dia, jangan pernah sakiti dia karena rasa sakit akibat cinta itu sungguh menyakitkan
jangan kecewakanku, bahagialah selamanya

Aku memasukkan sepucuk surat itu ke dalam sebuah kotak putih bersama beberapa lembaran kertas coretan, tulisan, kepingan uang logam dan 2 butir permen juga sebuah pas foto hitam putih seorang cowok dengan tampang yang begitu polos. Barang-barang itu adalah milik Rizal yang kutemukan sejak SMP bahkan sejak SD dahulu.

:) :) :)

Aku telah memutuskan apa yang harus aku lakukan.
Pagi ini dengen hati yang hampa aku melangkah ke sekolah. Sebelum aku masuk ke ruanganku, aku menuju ke ruangan 23. Aku meuju ke meja Rizal, kemudian membuka laci mejanya dan menaruh sebuah kotak putih. Kemudian aku kembali ke kelasku dan mengikuti ujian di hari terakhir pelaksanaan ujian ini. Hatiku ringan sekarang.

:) :) :)

Hari ini hari terakhirku di Indonesia. Aku akan berangkat ke Australia untuk melanjutkan pendidikanku. Aku berhasil memperoleh beasiswa yang dengan susah payah ku usahakan. Memang berat rasanya meninggalkan keluaargaku, shabatku, dan teman-temanku namun ini demi masa depanku. Sebelum pergi ke bandara, aku pergi ke karang di pantai kesukaanku. Aku kemudian menulis sepucuk surat

Dear Mr. Blue
terima kasih telah menjadi teman curhatku selama ini. Terima kasih telah menemaniku selagi aku merasa sedih. Sekarang aku akan melanjutkan pendidikanku ke Australia. Mungkin kita akan bisa berkomunikasi lagi namun di tempat yang berbeda. Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal pada pantai ini dan lautan ini. Oh iya, aku lupa memberitahukan padamu bahwa aku sudah melaksanakan apa yang seharusnya aku buat. Aku telah mengalah untuk sahabatku. Dan kini sahabatku, Chaca sudah mengetahui semua tentang perasaanku. Itu membuat hatiku semakin ringan. Dan syukurlah hal itu tidak mempengaruhi hubungan mereka. sekali lagi terima kasih Mr.Blue. Bye.
Love, Bella.

Kakiku melangkah ringan. Setetes air mata mengalir dari mataku. Dengan cepat aku menghapusnya. kemudian aku melangkah menuju ke Chaca yang menungguku di mobil.
“apapun yang terjadi, bukankah waktu itu akan tetap berjalan. Mereka telah bersama sekarang. Dan aku akan seperti mereka juga. suatu saat nanti….”

:) :) :)