SOAL :
1.
Periodisasi perkembangan kebudayaan di indonesia
2.
Periodisasi
perkembangan sejarah kebudayaan di indonesia
PERIODISASI
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
Bumi tempat segenap makhluk
hidup termasuk manusia telah terbentuk kira-kira 4 600 000 000 tahun lalu
bersamaan dengan planet-planet lain yang membentuk tatasurya dengan matahari
sebagai pusatnya.
Sejarah kehidupan di bumi baru dimulai sekitar
3.500.000.000 tahun lalu dengan munculnya micro-organisme sederhana yaitu
bakteri dan ganggang. Kemudian pada 1.000.000.000 tahun lalu baru muncul
organisme bersel banyak.
Pada sekitar 540.000.000 tahun lalu
secara bertahap kehidupan yang lebih komplek mulai berevolusi.Perkembangan
perubahan tetumbuhan diawali oleh Pteridofita (tumbuhan paku), Gimnosperma
(tumbuhan berujung) dan terakhir Angiosperma (tumbuhan
berbunga). Sedangkan perkembangan dan perubahan hewan dimulai dari
invertebrata, ikan, amfibia, reptilia, burung dan terakhir mamalia, kemudian
terakhir kali muncul manusia.
MASA ARKEOZOIKUM
Arkeozpoikum artinya Masa Kehidupan Purba.berlansung kira-kira 4,5 – 2,5 milyar tahun lalu. Masa Arkeozoikum (Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton/perisai benua. Coba perhatikan, masa ini adalah masa pembentukan kerakbumi. Jadi kerakbumi terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun.
Arkeozpoikum artinya Masa Kehidupan Purba.berlansung kira-kira 4,5 – 2,5 milyar tahun lalu. Masa Arkeozoikum (Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton/perisai benua. Coba perhatikan, masa ini adalah masa pembentukan kerakbumi. Jadi kerakbumi terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun.
MASA PALEOZOIKUM
Paleozoikum (Bahasa Yunani:
palaio, "tua" dan zoion, "hewan", berarti "kehidupan
purba") adalah era pertama dari tiga era pada eon
Fanerozoikum. Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer
atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun yaitu kurang lebih
590 sampai 250 juta tahun yang lalu, dan dibagi menjadi enam periode,
berturut-turut dari yang paling tua: Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon,
Karbon, dan Perm. Paleozoikum dilanjutkan dengan era Mesozoikum. Secara
geologis, Paleozoic dimulai tidak lama setelah pecahnya sebuah superbenua
disebut Pannotia pada akhir global zaman es. Sepanjang awal Paleozoic,
daratan bumi dipecah menjadi benua - benua yang relatif kecil. Dan
menjelang akhir zaman, benua-benua berkumpul bersama-sama ke superbenua yang
disebut Pangea, yang mencakup sebagian besar wilayah daratan Bumi. Masa
Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini
kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak
(enkaryotes dan prokaryotes). Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini
seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang
punggung. Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai
masa Pra-Kambrium.
Jaman Kambrium
(590-500 juta tahun lalu)
Kambrium berasal dari kata
“Cambria” nama latin untuk daerah Wales di Inggeris sana, dimana batuan berumur
kambrium pertama kali dipelajari. Banyak hewan invertebrata mulai muncul
pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada di lautan. Hewan zaman ini
mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung. Fosil yang umum
dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral, Moluska,
Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda (Trilobit). Sebuah daratan yang
disebut Gondwana (sebelumnya pannotia) merupakan cikal bakal Antartika, Afrika,
India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika
Utara, dan Tanah Hijau masih berupa benua-benua kecil yang terpisah.
Jaman Ordovisium (500
– 440 juta tahun lalu)
Zaman Ordovisium dicirikan oleh
munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang belakang paling tua) dan beberapa
hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali seperti Tetrakoral,
Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut)
dan Bryozona. Koral dan Alaga berkembang membentuk karang, dimana trilobit
dan Brakiopoda mencari mangsa. Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan
Ekinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar. Meluapnya Samudra dari Zaman
Es merupakan bagian peristiwa dari zaman ini. Gondwana dan benua-benua lainnya
mulai menutup celah samudera yang berada di antaranya.
Jaman Silur (440 –
410 juta tahun lalu)
Zaman silur merupakan waktu
peralihan kehidupan dari air ke darat. Tumbuhan darat mulai muncul pertama
kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan Kalajengking raksasa
(Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada zaman
ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai
pelindung. Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk
melintasi Skandinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara.
Jaman Devon (410-360
juta tahun lalu)
Zaman Devon merupakan zaman
perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan
ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan
masih terus berlanjut selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak
menuju daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk
pertama kalinya. Samudera menyempit sementara, benua Gondwana menutupi
Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau (Green Land).
Jaman Karbon (360 –
290 juta tahun lalu)
Reptilia muncul pertama kalinya dan
dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul dan ampibi
meningkat dalam jumlahnya. Pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm
dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Pada zaman ini
benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut
Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di
belahan bumi utara, iklim tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa
yang berisi dan sekarang tersimpan sebagai batubara.
Jaman Perm (290 -250
juta tahun lalu)
“Perm” adalah nama sebuah propinsi
tua di dekat pegunungan Ural, Rusia. Reptilia meningkat dan serangga
modern muncul, begitu juga tumbuhan konifer dan Grikgo primitif. Hewan Ampibi
menjadi kurang begitu berperan. Zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa
dalam skala besar, Tribolit, banyak koral dan ikan menjadi punah. Benua
Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es
menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan
muka air laut. Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di
bagian utara bumi.
(Bahasa Yunani: μεσο, meso,
"antara" dan ζωον, zoon, "hewan" atau berarti "hewan
pertengahan") adalah salah satu dari tiga era geologi pada eon
Fanerozoikum. Mesozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman sekunder atau
zaman hidup pertengahan berlangsung kurang lebih selama 180 juta tahun, antara
251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Era ini dibagi menjadi tiga periode: Trias,
Jura, dan Kapur. Pembagian waktu menjadi era ini diawali oleh Giovanni
Arduino pada abad ke-18, walaupun nama asli yang diberikannya untuk Mesozoikum
adalah Sekunder (menjadikan era modern menjadi Tersier). Era yang berlangsung
antara Paleozoikum dan Kenozoikum ini sering pula disebut Zaman Kehidupan
Pertengahan atau Zaman Dinosaurus / reptil, mengikuti nama fauna yang dominan
pada masa itu. Mesozoikum ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan
evolusi. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu
satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini. Pergeseran ini menimbulkan
spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting lainnya. Iklim hangat yang
terjadi sepanjang periode juga memegang peranan penting bagi evolusi dan
diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini, dasar-dasar kehidupan
modern terbentuk.
Jaman Trias (250-210
juta tahun lalu)
Gastropoda dan Bivalvia meningkat
jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan reptilia laut
berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia
menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai berkembang.
Mamalia pertamapun mulai muncul saat ini. Dan ada banyak jenis reptilia yang
hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura. Tumbuhan sikada mirip palem
berkembang dan Konifer menyebar. Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun
terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan celah-celah mulai terbentuk
di Pangea.
Jaman Jura (210-140
juta tahun lalu)
Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit
sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya. Dinosaurus menguasai daratan,
Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurus merajai angkasa. Banyak
dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama
(Archeopterya) berevolusi dan banyak jenis buaya berkembang. Tumbuhan
Konifer menjadi umum, sementara Bennefit dan Sequola melimpah pada waktu
ini.Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan
Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan Australia. Jaman ini
merupakan jaman yang paling menarik anak-anak setelah difilmkannya Jurrasic
Park.
Jaman Kapur
(140-65 juta tahun lalu)
Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia
terbang hidup pada zaman ini.Mamalia berari-ari muncul pertama kalinya.
Pada akhir zaman ini Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus,
Amonit dan Belemnit punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang
menjadi banyak bentuk yang berlainan.Iklim sedang mulai muncul. India terlepas
jauh dari Afrika menuju Asia.Jaman ini adalah jaman akhir dari kehidupan
biantang-binatang raksasa.
MASA KENOZOIKUM /
NEOZOIKUM
The Kenozoikum (juga Cænozoic atau
Cainozoic) (yang berarti "kehidupan baru" (Yunani καινός (kainos),
"baru", dan ζωή (Zoe), "hidup"). Neozoikum atau zaman
hidup pertengahan dibagi menjadi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier dan
zaman Kuartier. Zaman Tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini
ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui. Sementara itu,
Zaman Kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman
terpenting. Zaman ini kemudian dibagi lagi menjadi dua zaman, yaitu zaman
Pleitosen dan Holosin. Zaman Pleitosen (Dilluvium) berlangsung kira-kira
600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.
Zaman Tersier (65 –
1,7 juta tahun lalu)
Pada zaman tersier terjadi
perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak bergigi
berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan,
moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang.
Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak
variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput.
Pada zaman Tersier – Kuarter, pemunculan dan
kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca
secara global
Zaman Kuarter (1,7
juta tahun lalu – sekarang)
Zaman Kuarter terdiri dari kala
Plistosen dan Kala Holosen.
Zaman
Pleitocen/Dilluvium
Berlangsung kira-kira 600.000 tahun
yaitu mulai sekitar 1,7 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun
yang lalu Zaman pleistosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub
Bumi (zaman glacial) dan diseling dengan zaman ketika es kembali mencair (zaman
interglacial). Keadaan ini silih berganti selama zaman pleistosin sampai empat
kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial)
yang diseling dengan zaman kering (interpluvial). Pada zaman glacial
permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga hanyak dasar laut yang
kering menjadi daratan. sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian
utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan
Pegunungan Himalaya. Di antara 4 jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial,
dimana iklim bumi lebih hangat. Di Indonesia bagian barat dasar laut yang
mengering itu disebut Dataran Sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur
disebut Dataran Sahul. Dataran Sunda telah menyebabkan kepulauan Indonesia
bagian barat menjadi satu dengan Benua Asia, sedangkan Dataran Sahul telah pula
menghubungkan kepulauan Indonesia bagian timur dengan Benua Australia. Itulah
sebabnya fauna dan flora Indonesia barat mirip dengan fauna dan flora Asia dan
sebaliknya fauna dan flora Indonesia timur mirip dengan Australia. Manusia yang
hidup zaman pleistosin adalah spesies homo erectus, yang menjadi pendukung
kebudayaan batu tua (Palaeolithicum).
Zaman
Holocen/Alluvium
Berlangsung kira-kira 20.000 tahun
yang lalu dan terus berkembang sampai dewasa ini. Pada zaman ini ditandai
dengan munculnya manusia jenis Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti
manusia sekarang (Manusia yang cerdas serta Modern yang mempunyai peradaban
baru).
Periodisasi Perkembangan Sejarah Kebudayaan di
Indonesia
Sejarah perkembangan kebudayaan di Indonesia
dibagi atas 2 zaman:
1.
Zaman Batu
2. Zaman Logam
1)
Zaman batu semua peralatan manusia dubuat dari batu. Zaman batu
ini menurut perkembangannya dibedakan menjadi 4, yaitu:
1. zaman batu tua (palaeolithicum)
2. zaman batu madya (mesolithicum)
3. zaman batu muda (neolithicum)
4. zaman batu besar (megalithicum)
1. Zaman batu tua
(palaeolithicum)
Pada zaman ini memiliki ciri-ciri khusus, yaitu:
- Peralatan terbuat dari batu atau tulang yang masih kasar.
- Jenis alat yang dipergunakan adalah kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih.
- Manusia hidup mencari makan dengan meramu dan berburu.
- Bertempat tinggal secara nomaden (berpindah-pindah).
- Belum mengenal seni.
2. Zaman batu madya
(mesolithicum)
Zaman batu madya (mesolithicum) memiliki
ciri-ciri khusus yang hampir sama dengan zaman palaeolithicum. Namun, ada
beberapa tambahan sebagai beriukut:
- Ditemukan Kjokkenmoddinger, yaitu: bukit-bukit karang hasil sampah dapur.
- Ditemukan Abris Sous Roche, yaiu gua-gua sebagai tempat tinggal.
- Manusia zaman ini sudah mengenal seni yang berupa lukisan pada dinding gua. Lukisan ini berbentuk cap tangan dan babi hutan.
- Alat yang digunakan disebut peble atau kapak Sumatera.
- Sudah mulai mengenal kepercayaan.
3. Zaman batu muda
(neolithicum)
Zaman ini merupakan revolusi pada masa
prasejarah. Telah terjadi perubahan yang mendasar pada corak kehidupan dan cara
bertempat tinggal maupun peralatan hidupnya. Zaman ini telah mengenal
hasil-hasil kebudayaan sebagai berikut:
- Peralatan sudah dihaluskan bahkan diberi tangkai.
- Jenis alat yang diguakan adalah kapak persegi dan lonjong.
- Pakaiannya terbuat dari kulit kayu. Perhiasannya terbuat dari batu dan manik-manik.
- Telah bertempat tinggal menetap/sedenter.
- Telah memiliki kemampuan bercocok tanam.
- Telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.
4. Zaman batu besar
(megalithicum)
Disebut zaman batu besar karena hasil-hasil
kebudayaan umumnya terbuat dari batu dalam ukuran besar. Adapun hasil-hasil
kebudayaan zaman ini adalah benda-benda berikut:
- Menhir: yaitu suatu tugu yang terbuat dari batu besar. Biasanya menhir ini digunakan untuk tempat memuja arwah leluhur.
- Dolmen: yaitu meja batu yang digunakan untuk meletakkan sesaji.
- Kubur batu: yaitu tempat menyimpan mayat. Kubur batu ini berbentuk persegi panjang, dan terbuat dari lempengan-lempengan batu.
- Waruga: adalah kubur batu yang berbentuk kubus.
- Sarkofagus: adalah kubur batu yang berbentuk lesung. Sarkofagus terbuat dari satu batu.
- Punden berundak: merupakan suatu bangunan yang terbuat dari batu. Batu-batu itu di susun berundak-undak atau bertingkat.
2)
Zaman logam, manusia sudah dapat
membuat peralatan dari logam yang ternyata lebih kuat dan lebih muda dikerjakan
daripada batu. Bahan logam harus dilebur dulu sebelum dipakai sebagai bahan
pembuatan peralatan manusia. Oleh karena itu pada zaman logam, kebudayaan
manusia sudah lebih tinggi daripada pada zaman batu. zaman ini terbagi menjadi 2
zaman yaitu:
Zaman Perunggu
Hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan
di Indonesia adalah Kapak Corong (Kapak Perunggu), banyak ditemukan
di Sumatera Selatan, Jawa, Balio, Sulawesi dan Kepulauan Selayar dan
Irian. Kegunaannya sebagi alat perkakas. Nekara perunggu(Moko), bebrbentuk
seperti dandang. Banyak ditemukan di daerah : Sumatera, Jawa
Bali, Sumbawa, Roti, Leti, Selayar dan Kep. Kei. Kegunaan untuk acara
keagamaan dan maskawin. Bejana Perunggu, bentuknya mirip gitar Spanyol tetapi
tanpa tangkai. Hanya ditemukan di Madura dan Sumatera; Arca-arca Perunggu,
banyak ditemukan di Bangkinang(Riau), Lumajang (Jatim)
dan Bogor (Jabar). Perhiasan : gelang,
anting-anting, kalung dan cincin. Kebudayaan Perunggu sering disebut juga
sebagi kebudayaan Dongson-Tonkin Cina karena disanalah Pusat Kebudayaan
Perunggu.
Zaman Besi
Pada masa ini manusia telah dapat melebur besi
untuk dituang menjadi alat-alat yang dibutuhkan, pada masa ini
di Indonesia tidak banyak ditemukan alat-alat yang terbuat dari besi.
Alat-alat yang ditemukan adalah Mata kapak, yang
dikaitkan pada tangkai dari kayu, berfungsi untuk membelah kayu. Mata Sabit, digunakan untuk menyabit
tumbuh-tumbuhan; Mata pisau; Mata pedang; Cangkul, dll.
Jenis-jenis benda tersebut banyak ditemukan di
Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor, Besuki dan Punung (Jawa Timur).
Masa ini ditandai dengan temuan-temuan:
a.
Berbagai macam
artefak logam.
b.
Benda dari tanah liat
yang telah dibuat dengan menggunakan roda pemutar dalam berbagai bentuk dan
ukuran.
c.
Bentuk megalitik yang
beraneka ragam dan ukuran.
d.
Penguburan baik yang
menggunakan wadah maupun tanpa wadah, baik langsung maupun tidak langsung,
ditemukan baik di tepi laut, danau, sungai, di dataran tinggi maupun rendah
dan di dalam gua.
e.
Masyarakat yang sudah
menetap dan mempunyai keahlian kerja masing-masing.
f.
Mata pencaharian
dengan beternak, bertani, bertani dan berdagang, pembuatan perahu dan
pembuatan benda dari tanah liat, batu maupun logam.
g.
Pemujaan kepada arwah
nenek moyang dan alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar