Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Cerita Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

Let it back to the beginning

Suatu hari dengan kedua mata rabunku yang dibingkai kacamata, terlihat sebuah gerbang indah yang dipenuhi bunga-bunga penuh warna bak kalung permata dileher putri mesir, cleopatra. Begitu indah, begitu menakjubkan, begitu memukau menarikku bak super lem untuk menjejakan kakiku masuk ke dalam gerbang itu. Orang-orang berkata, itu gerbang cinta. Cinta. Ya cinta.

Dengan kaki kurusku aku perlahan menapaki gerbang indah itu. Ah betapa perihnya kakiku. Seketika baru kusadari jalan sepanjang gerbang itu penuh dengan kerikil tajam dan pecahan beling. Dengan kaki telanjangku yang dipenuhi goresan luka, kupertahankan egoku masuk kedalam gerbang itu sekedar untuk mengagumi keindahannya dan menemui sang pemilik mahakarya ini.

Perlahan ku berjalan. Tak mudah memang. Sungguh tak mudah. Sakit. Perih. Tetlalu perih. Seperti inikah yang biasa disebut cinta itu?

Kuberjalan lagi hingga kutemukan sosok sang pemilik keindahan cinta itu. Sosok yang memukau. Namun baru kusadari dia tak sendiri. Disampingnya berdiri seorang putri cantik dengan sepatu kulit kuat yang mampu melindunginya dari perih perjalanan sepanjang gerbang cinta itu. Mereka bersama. Bahagia bersama.

Hingga kusadari, aku telah salah jalan. Aku telah terperangkap dalam kondisi yang seharusnya tak ada aku disana. Aku salah melangkah dan jikalau aku terus melangkah, dapat dipastikan semakin perih luka yang terasa, akan semakin melukai hati sang putri yang seharusnya memiliki waktu hanya untuk mereka berdua..

Aku berbalik, berusaha keras mencari jalan keluar dengan kakiku yang terbalut luka. Mencoba melupakan segalanya. Merelakan segala keindahan yang kutelah nikmati. Aku telah memtuskan.

Aku mundur....

Jumat, 17 Juni 2011

cerita motivasi " pendeta dan pemuda"


          Seorang pemuda yang baru lulus dari sebuah univeritas terkemuka di Amerika baru saja kembali ke tanah airnya.
          Sesampainya di rumah, ibunya menyambutnya dengan gembira dan menasehatinya agar selalu berdoa memohon bimbingan Tuhan untuk masa depannya. Dengan sombong anak itu berkata bahwa ia tidak percaya akan adanya Tuhan. Ia meminta kepada ibunya untuk mencari seorang guru agama, pendeta atau siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya ibu pemuda tersebut mendapatkan orang tersebut.

Pemuda        : siapa anda? Dan, apakah anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Pendeta       : saya adalah seorang hamba Tuhan dan dengan izinnya saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan anda
Pemuda        : anda yakin? Professor dan orang pintar saja tidak dapat menjawabnya
Pendeta       : saya akan mencoba sejauh kemampuan saya
Pemuda        : saya mempunyai 3 buah pertanyaan: 1. kalau memang Tuhan itu ada, tunjukkanlah wujud Tuhan kepada saya. 2.apakah yang dinamakan takdir? 3. kalu setan diciptakan dari api, mengapa dimasukkan ke dalam api neraka yang terbuat dari api, tentu itu tidak menyakitkan bagi setan, sebab keduanya memiliki unsure yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah memikirkan sejauh itu?

Tiba-tiba si pendeta menampar pipi si pemuda dengan keras.

Pemuda        : (sambil menahan sakit) mengana anda marah kepada saya?
Pendeta       : saya tidak marah. Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan anda
Pemuda        :saya sungguh tidak mengerti
Pendeta       : bagaimana rasanya tamparanku?
Pemuda        : tentu saja aku merasakan sakit
Pendeta       : jadi anda percaya bahwa rasa sakit itu ada?
Pemuda        :ya
Pendeta       : tunjukkan pada saya rasa sakit itu!
Pemuda        :saya tidak dapat
Pendeta       : itulah jawaban atas pertanyaan pertama. Kita semua dapat merasakan keberadaan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya. Apakah tadi malam anda bermimpi akan saya tampar?
Pemuda        : tidak
Pendeta       : apakah anda pernah berpikir menerimaa sebuah tamparan dari saya pada hari ini?
Pemuda        : tidak
Pendeta       : itulah yang dinamakan takdir
terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda        : kulit
Pendeta       : bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda        : sakit
Pendeta       : walaupun setan terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak, maka neraka dapat menjadi tempat yang menyakitkan untuk setan