Tampilkan postingan dengan label ilustrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilustrasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Oktober 2013

The Sun, The Rain, and The cloud

Pada suatu hari, matahari mulai terbit ketika sang hujan baru saja menjatuhkan butirannya dari sang langit. Hujan yang baru pertama melihat matahari terpukau terhadap daya tarik yang dimiliki matahari. Mereka tinggal di langit yang sama, bermain bersama.

Setelah cukup lama dekat, matahari mulai merasa nyaman dan tertarik terhadap hujan. Tapi entah mengapa matahari tidak bisa mengutarakannya. Namun hujan bisa merasakan perasaan matahari lewat angin yang berhembus.

Hujan terjebak dalam keraguan apakah rasa sukanya pada matahari begitu kuat? Apakah matahari benar-benar menyukainya?  selain itu hujan merasa dirinya tak begitu pantas untuk selalu bersama matahari. Bukankah banyak orang lebih mengharapkan langit cerah dibandingkan tetesan-tetesan hujan? Hujan terdiam dalam dilema. Dia mencoba menjalani harinya seperti biasa, sementara itu ia belajar meyakinkan perasaan dalam dirinya. Hingga suatu saat hujan menyadari bahwa ya rasa suka itu benar-benar telah bersarang dalam hatinya. Dia menyukai matahari. Oh mungkin tidak. Dia Menyayangi matahari.

Setelah begitu lama tak bertemu akibat musim panas, hujan pun berniat kembali ke langit dan menunjukan rasa sayangnya pada matahari. Namun apa yang terjadi? Ketika hujan kembali, matahari sudah ditemani gumpalan awan putih cerah yang begitu indah bagai permen kapas. Matahari tersenyum bersinarnya kepada sang awan. Berbagi cerita yang dulu pernah dibagi kepada si hujan bahkan lebih. Menyanyikan lagu indah pada sang awan. Berbagi kehangatannya terhadap sang awan.

Dan kemudian hujan menyadari, dia sudah terlalu terlambat. Posisinya sudah tergantikan oleh sosok sang awan. Matahari dan awan. Mereka terlihat serasi dilingkup birunya cakrawala. Memancarkan kecerahan dan keindahan bagi setiap yang melihatnya.

Hujan perlahan pergi, mencoba menjauh. Menyimpan dalam2 rasa sayangnya pada matahari. Kembali terpikir oleh sang hujan.

Apakah matahari dulu benar2 menyukainya? Kalau ya mengapa ia tak menyatakannya? Kenapa harus angin yang menyampaikannya?

Tak ada yang menjawab. 
Hujan terdiam. Terbesit pertanyaan dalam hatinya,

ataukah mungkin ini salahnya..?

[created via andro 131019 by elsye]