Senin, 28 Oktober 2013

Let it back to the beginning

Suatu hari dengan kedua mata rabunku yang dibingkai kacamata, terlihat sebuah gerbang indah yang dipenuhi bunga-bunga penuh warna bak kalung permata dileher putri mesir, cleopatra. Begitu indah, begitu menakjubkan, begitu memukau menarikku bak super lem untuk menjejakan kakiku masuk ke dalam gerbang itu. Orang-orang berkata, itu gerbang cinta. Cinta. Ya cinta.

Dengan kaki kurusku aku perlahan menapaki gerbang indah itu. Ah betapa perihnya kakiku. Seketika baru kusadari jalan sepanjang gerbang itu penuh dengan kerikil tajam dan pecahan beling. Dengan kaki telanjangku yang dipenuhi goresan luka, kupertahankan egoku masuk kedalam gerbang itu sekedar untuk mengagumi keindahannya dan menemui sang pemilik mahakarya ini.

Perlahan ku berjalan. Tak mudah memang. Sungguh tak mudah. Sakit. Perih. Tetlalu perih. Seperti inikah yang biasa disebut cinta itu?

Kuberjalan lagi hingga kutemukan sosok sang pemilik keindahan cinta itu. Sosok yang memukau. Namun baru kusadari dia tak sendiri. Disampingnya berdiri seorang putri cantik dengan sepatu kulit kuat yang mampu melindunginya dari perih perjalanan sepanjang gerbang cinta itu. Mereka bersama. Bahagia bersama.

Hingga kusadari, aku telah salah jalan. Aku telah terperangkap dalam kondisi yang seharusnya tak ada aku disana. Aku salah melangkah dan jikalau aku terus melangkah, dapat dipastikan semakin perih luka yang terasa, akan semakin melukai hati sang putri yang seharusnya memiliki waktu hanya untuk mereka berdua..

Aku berbalik, berusaha keras mencari jalan keluar dengan kakiku yang terbalut luka. Mencoba melupakan segalanya. Merelakan segala keindahan yang kutelah nikmati. Aku telah memtuskan.

Aku mundur....

Rabu, 23 Oktober 2013

Voice of this heart

Taukah kau? Disetiap kata-kata riang itu terdapat nada yang mencerminkan hancurnya hati?

Taukah kau disetiap tawa itu tersirat tangisan dalam hati?

Sebab terkadang seseorang tersenyum bukan karena dia bahagia atas apa yang terjadi, namun bisa saja tersenyun hanyalah topeng yang menyembunyikan luka hati..

[created via andro 131023 by elsye]

Sabtu, 19 Oktober 2013

The Sun, The Rain, and The cloud

Pada suatu hari, matahari mulai terbit ketika sang hujan baru saja menjatuhkan butirannya dari sang langit. Hujan yang baru pertama melihat matahari terpukau terhadap daya tarik yang dimiliki matahari. Mereka tinggal di langit yang sama, bermain bersama.

Setelah cukup lama dekat, matahari mulai merasa nyaman dan tertarik terhadap hujan. Tapi entah mengapa matahari tidak bisa mengutarakannya. Namun hujan bisa merasakan perasaan matahari lewat angin yang berhembus.

Hujan terjebak dalam keraguan apakah rasa sukanya pada matahari begitu kuat? Apakah matahari benar-benar menyukainya?  selain itu hujan merasa dirinya tak begitu pantas untuk selalu bersama matahari. Bukankah banyak orang lebih mengharapkan langit cerah dibandingkan tetesan-tetesan hujan? Hujan terdiam dalam dilema. Dia mencoba menjalani harinya seperti biasa, sementara itu ia belajar meyakinkan perasaan dalam dirinya. Hingga suatu saat hujan menyadari bahwa ya rasa suka itu benar-benar telah bersarang dalam hatinya. Dia menyukai matahari. Oh mungkin tidak. Dia Menyayangi matahari.

Setelah begitu lama tak bertemu akibat musim panas, hujan pun berniat kembali ke langit dan menunjukan rasa sayangnya pada matahari. Namun apa yang terjadi? Ketika hujan kembali, matahari sudah ditemani gumpalan awan putih cerah yang begitu indah bagai permen kapas. Matahari tersenyum bersinarnya kepada sang awan. Berbagi cerita yang dulu pernah dibagi kepada si hujan bahkan lebih. Menyanyikan lagu indah pada sang awan. Berbagi kehangatannya terhadap sang awan.

Dan kemudian hujan menyadari, dia sudah terlalu terlambat. Posisinya sudah tergantikan oleh sosok sang awan. Matahari dan awan. Mereka terlihat serasi dilingkup birunya cakrawala. Memancarkan kecerahan dan keindahan bagi setiap yang melihatnya.

Hujan perlahan pergi, mencoba menjauh. Menyimpan dalam2 rasa sayangnya pada matahari. Kembali terpikir oleh sang hujan.

Apakah matahari dulu benar2 menyukainya? Kalau ya mengapa ia tak menyatakannya? Kenapa harus angin yang menyampaikannya?

Tak ada yang menjawab. 
Hujan terdiam. Terbesit pertanyaan dalam hatinya,

ataukah mungkin ini salahnya..?

[created via andro 131019 by elsye]

Jumat, 20 September 2013

Woi...wwoi... Nama lu woii??

Haloooo duniaaaaaa!!!
Lama gak aktif ngeblog-_- maklumkanlah gadis kecil, baik hati rajin menabung ini yang terlalu sibuk (apa maksa sibuk?) buat hal-hal absurd yang tidak berguna bagi masa depan bangsa dan negara. Sekian pidato kenegaraan hari ini....
...
...
Ehh ini udh lari ke mana pembicaraan ini??-_- back to the topic.
Firstly, apa kabarrrr? Saya baik dan kabar baiknya berat saya naik 3 kilo semenjak OSN bandung xixixi. Oh iya kisah mengenai osn bandung nanti saya posting di blog sini soalnya untuk postingan ini saja saya menggunakan andro saya jd bisa bayangkan betapa keritingnya jari saya jika harus mengetik secara panjang lebar. Jempol saya bisa mengalami struk mendadak(?)
Oke ini cuma sekedar postingan iseng yang saya post berhubungan sekarang sudah jam 1:36 pagi dan saya belum tidur juga padahal besok sekolah. Hahhh greatttt!! Jadi menungu kantuk menyerang ya saya nongol bentat disini hihihi.
Rupanya saya mengalami insomnia ringan yang diakibatkan oleh pengaruh gadget(?) soalnya kalo ada hape disamping pasti bawaannya pengen main teerus dan tidurnya telat. Jangan salah, saya bisa aktif di jejaring sosial, baca komik online/fanfiction dan mendengar lagu sekaligus d hape ini. Jd khawatir jangka hidup kestabilitasan kapasitaa hape ini mengalami deflasi sehingga mengganggu kestabilitasan ekonomi saya. Jangan lupa twenti nain maiy acj!!(tertular virus vicki tunangannya saskia gotik-_- Gk tau? Kudet mah kudett :p ) Halah sebaiknya handphone ini disita sehingga saya bisa fokus belajar. Okesip...
...
...
APA? SITA?! OCIDAKKKKKK!! THINK AGAIN GIRL-_-
Ini separuh jiwaku(lebay) yang kubeli dengan perjuangan sendiri hingga titik arah penghabisan(masih juga lebay). Lebay itu talent saya ._.v

Daripada isi postingqn ini semakin absurd, gaje, dkk. Sebaiknya saya akhiri.
Untuk itu saya pamit undur diri atas perhatiannya saya ucapkan terima kasihh. Salam spesial dari bikkini bottomm!! *kabur bareng edward cullen*

Rabu, 19 Juni 2013

Kolom Curcol [boleh di skip kok ._.v]

Heloowwww world!
Saya kembali lagi oyeahh!!
Dengan kondisi mood yang begitu sangat amat sangat buruk sekali. Yah akhir-akhir ini perasaan dan moodku sedang dalam masa-masa krisis. Dibawah suhu 0 derajat. Bayangkan!! Coba bayangkan! Ud bisa bayangin? Ok lanjut mueheheh.
Dengan kondisi mood yang labil, dipastikan sumbernya berasaal dari hati. Perasaan saya sungguh absurd akhir-akhir ini. Hati saya seolah diperas salam mesin pengering pakaian. Membuat makanpun jadi tak berfasu mengakibatkan tubuh yang kerempang ini makin menyerupai papan tripleks. Terlebih lagi sedang dalam masa liburan yang berarti bebas dari aktifitas, oh goshh saya butuh kesibukan untuk mengalihkan semua pikiran ini ><

Yang saya herankan, kekacauan perasaan saya ini bisa dikatakan sangat abnormal karena penyebabnya bahkan sesuatu yang tidak nyata. Sesuatu yang benar-benar maya, virtual. Saya terlalu gila untuk menyadari akan perasaan yang begitu nyata terhadap sesuatu yang tidak nyata. Dan itu sungguh menyesakkan.

Jika saya mau, saya bisa berlali, pergi dan menghilang meninggalkan semua penyebab permasalahanku. Tapi diri ini terlalu bodoh untuk mengikuti kehendak hati agar tetap diam dan tersakiti. Seolah diri ini, perasaan ini begitu terbiaasa dengan kata 'sakit'. Ya memang mungkin sudah sangat terbiasa tapi bukan berarti saya kebal terhadap kata 'sakit' itu. Oh duniaaaaaaa><

Last, harapan terbesar sya, semoga saya tidak menjadi pelanggan tetap psikiater hanya karena persoalan ini. Muehehehe.

Good night!1 annyeongg~~~~

Rabu, 22 Mei 2013

[Cerpen] Aku, Kamu dan Hujan By: Elsye



             Rangkaian awan bergantungan menutup birunya langit dengan sosoknya yang kelabu.  Aku berlari cepat menembus derasnya butiran cair , berusaha berada di halte terdekat sebelum butiran-butiran basah itu menyerap kedalam tebalnya kain switer yang kukenakan. Akhirnya kaki ini berhasil menjangkau halte terdekat. Sepi, hanya aku seorang yang menunggu bus disini. Aku duduk sejenak, melepas lelah sehabis berlari dari gerbang gedung yang baru sehari menjadi sekolahku. Ya aku baru saja menjadi murid pindahan. Tak ada yang menarik di hari pertamaku, selain suara alam berupa hujan ini yang menemaniku pulang.  
             Kupejamkan mataku sejenak, merasakan sejuknya suasana yang dibawa oleh butiran-butiran hujan ini. Ku tajamkan pendengaranku, menikmati nada-nada tak beraturan dari jutaan titik hujan yang entahlah terdengar begitu indah di telingaku. Berbagai kisah mendadak berlarian dalam pikiranku. Kaset-kaset usang yang sudah kucoba musnahkan kembali terputar dalam bayangku, menampilkan kisah-kisah menyakitkan dengan judul yang begitu klasik dan memuakkan. Cinta. Lima huruf yang benar-benar membuatku merasakan betapa indahnya dibawa terbang setinggi mungkin dan betapa sakit ketika dihempaskan sedalam yang tak terduga. Terbesit bayangan-bayangan klise manisnya sebuah senyuman dan tawa serta pedihnya tetesan air mata dibalik goresan kata yang melandasi kisah indan namun penuh tragedi Romeo dan Juliet. Cinta. Cih aku muak membicarakannya.
“kamu suka hujan?” Suara dengan latar hujan itu menyadarkanku dari lamunanku.
“kamu suka hujan? Kamu terlihat sangat menikmati” ucap sesosok cowok  yang entah sejak kapan sudah duduk menunggu bus di sampingku.
“ya. Tentu. Suasananya, udaranya, suaranya. Semua tentang hujan. Kamu juga?” Balasku
“em.. Ya aku juga”
             Sebuah topik sederhana tentang hujan, membawa ku larut dalam percakapan ringan dengan sesosok cowok yang kedatangannya begitu tiba-tiba, mencoba akrab yang walaupun baru ku lihat dirinya beberapa detik lalu. Dan dari sinilah goresan kisahku bersamanya dimulai.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------